Hal-Hal yang Perlu Anda Hindari Ketika Menentukan Skema Warna Rumah Anda

Saat Anda mendiskusikan berbagai hal mengenai proyek pembangunan rumah pada pihak jasa bangun rumah yang Anda tunjuk, Anda mungkin akan sangat berfokus pada bujet dan model rumah yang akan Anda bangun, sampai-sampai mungkin terlupa oleh Anda hal lain yang tidak kalah krusialnya; pemilihan skema warna rumah. 
Skema Warna Rumah
Mungkin Anda adalah penyuka warna biru, sehingga tanpa pikir panjang, Anda memutuskan di awal untuk mengecat seluruh bangunan rumah Anda dengan warna biru yang sesuai dengan selera Anda. Namun, apakah warna biru tersebut dapat menciptakan skema warna yang sesuai untuk ruangan Anda? Ketika nantinya rumah Anda sudah siap dihuni, Anda harus mengkombinasikan warna dinding, lantai, dan atap dengan warna-warna furnitur yang Anda miliki. Pikirkan dengan baik apakah warna biru yang Anda pilih akan dapat menyatu ketika disandingkan dengan warna-warni furniture Anda.

Jangan sampai Anda membuat kesalahan dalam hal ini. Untuk itu, sebelum Anda mengatakan keinginan Anda pada pihak pembangun, ketahui dulu hal-hal yang harus Anda hindari dalam menentukan skema warna rumah di bawah ini. 

1. Memilih skema full-netral
Warna-warna netral memang baik karena dianggap dapat dipadupadankan dengan warna apapun tanpa perlu takut hasil akhirnya tidak akan sesuai. Namun, seperti halnya Anda, ruangan pun butuh sedikit elemen kegembiraan di sana-sini. Alih-alih menerapkan warna netral untuk seluruh ruangan, tentukan area mana yang ingin Anda berikan sedikit fokus dan pilih warna yang lebih kuat untuk area tersebut.

2. Tidak memperhatikan aturan dasar
Aturan dasar dalam skema warna adalah 60-30-10. Hal ini berarti warna yang dominan harus mengambil 60% porsi ruangan. Pilihan warna Anda berikutnya harus 30% dari seluruh porsi ruangan, dan aksen lain seharusnya hanya 10%. Tidak perlu diterapkan secara pasti dan akurat, tapi usahakan jangan sampai terlalu jauh berbeda dari perbandingan yang disarankan. 

3. Menyamakan warna dinding dengan furnitur
Terkadang, masalah yang terjadi dengan memilih warna favorit sebagai warna dinding adalah adanya kecenderungan Anda menggunakan warna yang sama dalam segala hal, mulai dari dinding hingga perabotan. Hal ini tentunya akan membuat ruangan di rumah Anda terasa sangat membosankan dan monoton.

Sedikit tips untuk Anda yang ingin tetap memilih menggunakan warna favorit Anda, jika Anda menggunakannya di dinding, cobalah menggunakan warna lain untuk perabotan Anda, atau sebaliknya. Namun, biayanya akan lebih besar untuk mengubah warna furnitur daripada mengubah warna dinding dan asesorisnya, jadi sebaiknya Anda memilih warna ruangan berdasarkan warna perabot Anda.

4. Tidak memperhatikan unsur pencahayaan
Adanya pencahayaan atau lampu tidak hanya berguna untuk menerangi ruangan, namun perncahayaan juga memainkan peran besar dalam menarik perhatian orang pada objek tertentu. Banyak pemilik rumah yang memiliki kecenderungan untuk melupakan efek pencahayaan saat memilih skema warna, dari mulai warna primer, sekunder atau aksen. Ingatlah bahwa lampu dan warna lamput dapat mengubah warna yang tampil di pandangan Anda, jadi perhatikan baik-baik bagaimana pencahayaan ruangan dapat mempengaruhi pilihan warna Anda.

5. Menggunakan konsep warna gender-specific
Warna spesifik gender adalah sebuah konsep yang sangat kuno. Biru tidak lagi diperuntukkan bagi anak laki-laki, sebagaimana halnya merah muda lagi tidak eksklusif untuk anak perempuan. Memilih skema warna berdasarkan gender tentu membatasi kreativitas secara signifikan. Sayangnya, sulit untuk melepaskan diri dari tradisi ini, sehingga beberapa orang masih terjebak dalam mentalitas ini. Agar aman, sebaiknya hindari penggunaan warna spesifik gender di area komunal seperti ruang tamu. Jika Anda tetap ingin menggunakannya, setidaknya Anda dapat gunakan warna tersebut di kamar tidur dan kamar mandi.

6. Tidak Memperhatikan Psikologi Warna
Warna memiliki efek psikologis tersendiri pada setiap orang. Misalnya, merah dan kuning dianggap bisa mengundang nafsu makan, karena itulah Anda sering melihat restoran menggunakan warna tersebut pada interior maupun eksterior bangunannya. Selain itu, warna biru memiliki efek menenangkan. 

Empat warna yang disebut dapat mempengaruhi keadaan psikologis seseorang paling banyak adalah merah, kuning, hijau, dan biru. Ketahui dengan pasti bagaimana skema warna tertentu mempengaruhi mood orang-orang, dan pelajari tentang cara menggunakan psikologi warna untuk memberikan keuntungan pada Anda.

Share on Google Plus

About ibnu Amr

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment