Nikmati Keseruan Menyelam Bersama Mahluk Terbesar di Dunia di Nabire

Papua adalah pulau di timur Indonesia yang tekenal dengan kekayaan bahari yang melimpah. Berbagai spesies laut berkumpul di lautan Papua yang indah. Bahkan, hiu paus atau while shark  yang merupakan mahluk laut terbesar yang masih hidup saat ini pun betah hidup di sana. Uniknya, hiu paus ini sangat akrab dengan manusia. Saking akrabnya, kamu pun bisa berenang atau menyelam, menari, dan berfoto bersama mereka.
Berenang Bersama Hiu Paus di Taman Nasional Teluk Cendrawasih. (foto: cdn.lazone.id)
Meskipun ikan ini masih satu keluarga dengan hiu putih besar atau great white share yang sangat ganas dan haus darah, hiu paus ini justru tidak akan pernah memangsa kamu yang ingin bermain bersama mereka. Ini karena hiu paus hanya memangsa mahluk-mahluk kecil seperti plankton, ikan teri, atau ikan puri. Meskipun ukurannya bisa sebesar bis, ikan hiu paus tergolong ke dalam mahluk water feeder yang makan dengan cara membuka mulutnya selebar mungkin untuk menangkap mahluk-mahluk kecil tadi.

Ikan hiu paus memang hidup di perairan tropis dengan suhu 18-30 drajat celcius. Keberadan mhluk yng bisa tumbuh hingga berukuran 20 meter ini tersebar di berbagai perairan seperti Sabang, Situbondo, Bali, Flores, Alur, Sulawesi Utara, sampai Papua tentunya. 

Tapi di Nabire, kehadiran ikan dengan nama latin Ryncodon Typus cukup mudah di temui karena nelayan setempat sudah terbiasa memberi makan pada sekumpulan hiu paus. Tepatnya di perairan kampung Kwatisore, Nabire, tepatnya di laut yang masuk ke dalam kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Papua, hiu paus akan datang sesekali ke bagan-bagan milik untuk mencari makan.

Dengan senang hati, para nelayan pun akan menebar ikan puri yang memang tidak laku dijual untuk menjadi santapan hiu paus. Setiap diberi makan, biasanya hiu paus akan datang secara berkelompok yang jumlahnya bisa melebihi enam ekor. Jika ingin, para nelayan pun akan lompat ke laut untuk berenang dan bermain bersama mereka.

Hal seperti yang dilakukan para nelayan ini tentu bisa kamu lakukan juga di sana. Para nelayan bahkan menyediakan jasa transportasi menuju bagai dan menjual ikan puri sebagai umpan. Disana juga tersedia penyewaaan peralatan selam, lengkap dengan pendamping jika diperlukan.

Sebelum menyelam, para nelayan akan menebar ikan puri di titik di mana kamu akan menyelam. Setelah segerombolan hiu paus berdatangan, kamu pun tinggal menyeburkan diri ke lautan. Namun biasanya, segerombolan ikan hiu paus sudah berkumpul di sekitar bagan sebelum kamu sampai di sana karena memberi makan hiu paus sudah menjadi kebiasaan sehari-hari para nelayan.

Di dalam laut, segerombolan hiu paus itu akan membuka mulutnya selabar mungkin dan memangsa ikan kecil yang dilempar nelayan. Saat situasi sedang tidak terlalu crowded, dekatilah mereka dan sentuh tubuhnya dengan lembut. Pastikan saat momen ini berlangsung, ada orang yang sudah siap mendokumentasikan momen menegangkan tersebut, baik menggunakan kamera underwater  untuk pengambilan gambar dari dalam air atau kamera digital lainnya untuk foto dari permukaan.

Tapi meskipun tergolong ikan yang jinak, bukan berarti kamu bisa bertindak seenaknya. Sesuai dengan ukurannya, ikan hiu paus memiliki kekuatan yang besar dan dapat menghancurkan tubuhmu. Jangan sampai kamu mengejutkan dan membuat segerombolan ikan paus hiu menjadi panik. Jika sampai kamu terkena kibasan ekornya, nyawa kamu bisa melayang.

Jika kamu beruntung, bukan hiu paus saja yang bisa kamu lihat dari dalam air. Sekawanan dugon dan pari manta pun terkadang muncul disekitaran bagan para nelayan. Kalau kamu sanggup menyelam lebih dalam lagi, terdapat gugusan terumbu karang yang tak kalah indah dengan terumbu karang yang ada di Raja Ampat.

Di Nabire, momen seperti ini bisa kamu nikmati sepanjang tahun, kecuali saat bulan purnama. Di saat seperti itu, ikan puri yang dipakai sebagai umpan akan sulit ditemukan sehingga tidak ada umpan untuk memanggil kawanan hiu paus ini. Di tempat lain seperti perairan Australia, momen seperti ini akan lebih sulit ditemui. Di sana, ikan hiu paus lebih sering menunjukan diri ke purmukaan dekat pantai hanya pada sekitar musim panas.

Terlepas dari itu semua, keakraban yang terpancar antara hiu paus dan manusia di Nabire ini cukup menggambarkan betapa kayanya perairan Indonesia ini. Selain itu, fenomena ini jadi bukti jika manusia ramah kepada binatang, maka hewan itu pun bisa membawa manfaat lebih seperti yang dirasakan para nelayan dan penyedia jasa wisata di sana.

Well, apakah kamu tertarik untuk merasakan ketegangan, keseruan, dan kegembiraan selama beranang bersama mahluk terbesar di bumi ini? Kalau tertarik, segera cari tiket pesawat murah menuju Taman Nasional Teluk Cendrawasih dari sekarang. Kalau kamu berasal dari luar Papua, carilah penerbangan menuju Jayapura atau Biak. Dari sana, lanjutkan perjalanan menggunakan pesawat menuju Nabire. Untuk mendapatkan berbagai penerbangan dengan harga terbaik, cari tiket pesawat di Reservasi.com dan nikmatilah indahnya tanah Papua.                                                                                                                            
Share on Google Plus

About ibnu Amr

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment